Bentuk Khatamun Nubuwwah Pada Badan Rasulullah

Bentuk Khatamun Nubuwwah Pada Badan Rasulullah atau tanda kenabian pada badan Rasulullah, khataman nubuwwah ini kebanyakan dari pendapat yang ada berada di antara bahu belakang Rasulullah, ada yang berpendapat besar nya seperti telur burung dari ada yang berpendapat besar nya seperti genggaman tangan. berusaha mencintai orang yang paling mencintai kita itu bagus, karena Rasulullah saw telah banyak sekali berbakti pada kita sudah sepatutnya kita mengenal lebih dalam lagi siapa sebenarnya Rasulullah itu ? seperti apakah dia ? bagaimana bentuk wajahnya ? bagaimana cara berjalan nya ? dan seterusnya, kita di tuntut agar meniru akhlak beliau, meniru sunnah beliau. 

Bentuk Khatamun Nubuwwah
wallpaperislami.com
Dalam suatu riwayat yang bersumber dari as-Sa-id bin Yazid r.a dikemukakan :
hadits tentang Bentuk Khatamun Nubuwwah
Bibiku membawa aku untuk menemui Nabi saw, lantas ia berkata kepada Rasulullah saw, “ Ya Rasulullah, keponakanku ini sakit”. Ketika itu Rasulullah saw menyapu kepalaku mendoakan keberkahan untuk ku dan berwudhu. Air sisa wudhunya lalu ku minum. Setelah itu aku berdiri di belakangnnya; aku memandang kepada Khatam (tanda) yang terletak di antara ke dua bahunya. Ternyata Khata itu sebesar telur burung dara.
Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id dari Hatim bin Ismail, dari Ja’d bin Abdurrahman yang bersumber dari Sa’ib bin Yazid r.a.

Dalam suatu riwayat, Jabir bin Samurah r.a mengemukakan perihal Khatamun Nubuwwah sebagai berikut :
“ Aku pernah melihat Khatam (kenabian) … ia terletak di antara kedua bahu Rasulullah saw. Bentuknya seperti sepotong daging berwarna merah sebesar telur burung dari.”
Diriwayatkan oleh Sa’id bin Ya’qub ath-Thalaqani dari Ayyub bin Jabir dari Simak bin Harb yang bersumber dari Jabir bin Samurah r.a.

Seorang wanita bernama Rumatsah bercerita kepada cucunya, yaitu Ashim bin Umar r.a. sebagai berikut :
“ Waktu aku mendengar Rasulullah saw bersabda aku duduk berdampingan dengan beliau saw. Begitu dekatnya, seandainya aku mau mengecup tanda kenabian yang terletak di antara kedua bahunya, tentu dapat ku lakukan. Adapun sabda beliau yang di lanjutkan kepada Sa’ad bin Mu’adz di kala ia meninggal dunia itu ialah : Bergoncang Arasy Allah yang maha rahman karenanya  (karena kematian Sa’ad).”

Ibrahim bin Muhammad pernah mendengar salah seorang putra Ali bin Abu Thalib k.w. berkata :
“ Apabila Ali k.w. menceritakan sifat Rasulullah, maka ia akan bercerita panjang lebar. Dan ia akan berkata ‘ Diantara kedua bahunya terdapat tanda Khatam kenabian yaitu Khatam para Nabi.”

Dalam suatu riwayat, Alba bin Ahmar al-Yasykuri mengadakan dialog dengan Abu Zaid Amr bin Khathab al-Anshari r.a. sebagai berikut :
“ Abu Zaid Berkata, ‘Rasulullah saw bersabda kepadaku, wahai Abu Zaid, mendekatlah kepadaku, dan usaplah punggungku!’ maka punggunya kuusap dan terasa jari jemariku menyentuh Khatam. Aku (Alba bin Ahmar al-Yasykuri) bertanya kepada Abu Zaid, ‘Apakah Khatam itu ?’ Abu Zaid menjawab ‘kumpulan bulu-bulu.’”

Abu Buraidah r.a. menceritakan tentang pengalaman Salman al-Farisi sebagai berikut :
“ Salman al-Farisi datang membawa baki berisi kurma kepada Rasulullah saw  sewaktu ia tiba di madinah. Baki itu diletakkan di hadapan Rasulullah saw. Rasulullah saw bersabda ‘ Wahai salman apa ini ?’ salman menjawab ‘ Ini sedekah buat anda dan sahabat anda!’ Rasulullah saw bersabda ‘ angkatlah ini dari sini, kami tak makan sedekah!’ baki itupun di angkat oleh salman. Keesokan harinya ia datang lagi dengan membawa makanan yang serupa dan diletakkan di hadapan Rasulullah saw. Rasulullah saw bersabda ‘ apakah ini wahai Salman ?’ salman menjawab ‘ ini adalah hadiah buat tuan!’ Rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya ‘Hidangkanlah!’. Kemudian Salman memperhatikan Khatam yang terletak di punggung Rasulullah saw. (bagian belakang badannya sebelah atas), maka iapun menyatakan ke imanannya kepada beliau. Salman r.a. adalah budak seorang yahudi, maka oleh Rasulullah saw ia dibeli dengan beberapa dirham, yakni dengan cara mengupah menanam pohon kurma. Salman bekerja di kebun itu sampai pohon-pohon kurma itu berbuah. Rasulullah saw membantu menanam pohon-pohon itu. Di antaranya ada sebatang pohon yang di tanam Umar r.a. pohon-pohon itu tumbuh dengan subur, kecuali sebatang pohon yang mati. Rasulullah saw bersabda ‘ kenapa pohon yang satu ini ?’ Umar r.a. menjawab ‘ wahai Rasulullah, saya lah yang menanamnya!’ Rasulullah pun mencabutnya, kemudian menanaminya lagi, dan umbuhlah dengan baik.”

Abu Nadlrah al-Aufi pernah bertanya kepada Abu Sa’id al-Khudri perihal Khatam. Inilah ceritanya :
“ Aku bertanya kepada Abu Sa’id al-Khudri perihal Khatab kenabian Rasulullah saw. Ia menjawab ‘ Khatam itu di bagian belakang badan Rasulullah saw. Merupakan daging yang menyembul.”
Abdullah bin Sirjis menceritakan pengalamannya tatkala bersama Rasulullah saw :
hadis tentang Bentuk Khatamun Nubuwwah
“Aku datang menhadap Rasulullah saw. Sewaktu beliau berada di antara para sahabat-sahabatnya. Aku berkeliling sedemikian rupa di belakangnya. Rupanya beliaupun mengerti apa yang kuinginkan, maka beliau melepaskan selendang dari punggungnya, kemudia terlihatlah olehku tempat Khatam kenabian yang berada di antara kedua bahunya sebesar genggaman tangan, disekitarnya terdapat tahi lalat, seakan-akan kumpulan jerawat. Sebelum aku kembali,  aku menghadap dulu kepada Rasulullah saw. Kemudian ku katakana ‘ wahai Rasulullah saw, semoga Allah swt melimpahkan maghfirahnya kepada tuan!’ beliau pun menjawab ‘ Bagimu juga’. Orang-orang (yang berada) ketika itu ia bertanya, ‘ Apakah Rasulullah saw memohonkan ampun untukmu ?’ ia menjawab ‘ Ya dan juga untuk kalian!’ kemudian ia membaca ayat :
“ Dan mohonlah ampun karena dosamu dan mohonkanlah ampun untuk orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. (QS Muhammad ayat 19).

Sumber Terjemahan Kitab Asy-Syamail Muhammadiyyah

Subscribe to receive free email updates: