Pengertian dan Cara Bertafakur Sesuai dengan Tuntunan Al-Qur'an

belajar-islam.com - Pengertian dan Cara Bertafakur Sesuai dengan Tuntunan Al-Qur'an, Hendaklah engkau selalu bertafakur (merenungkan kebesaran dan kekuasaan Alah swt). Setiap siang dan malam sesuai dengan waktu yang sudah kau tentukan, baik satu jam atau beberapa jam. Waktu yang terbaik untuk bertafakkur ialah di tengan malam, karena saat itulah saat yang kosong dan bebas dari aktivitas dan mampu membawa dampak positif pada hati kita.
 
Pengertian dan Cara Bertafakur Sesuai dengan Tuntunan Al-Qur'an

Kebaikan hidup di dunia dan keutuhan agama tergantung pada kesempurnaan tafakkur. Barang siapa melaksanakan nya dengan baik, maka akan memperoleh kebaikan yang berlimpah. Dalam satu riwayat di sebutkan, yang artinya : “ Tafakur selama satu jam lebih baik dari beribadah setahun”. Ali bin Abi Thalib juga berkata : “ Tiada ibadah (sunnah) yang lebih baik seperti tafakur”. Sebagaian orang makrifat berkata : “ Tafakkur adalah pelita hati. Bila ia pergi, maka hati menjadi gelap gulita”.

Dalam bertafakkur harus ada objeknya, Objek untuk bertafakkur adalah sebagai berikut :
1.  Memikirkan ciptaan dan kekuasaan Allah, baik yang nyata dan samar, yang ada di bumi dan langit.
Cara pertama ini merupakan cara yang paling mulia untuk mengetahui zat, sifat-sifat dan beberapa namanya. Sesuai dengan anjuran Allah swt dalam Al-Qur’an surat yunus ayat 101 yang artinya : “ Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi”. Dan engkau adalah salah satu ciptaannya yang paling menakjubkan, renungkan dirimu sendiri. Ini sesuai dengan firmannya dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 20-21 yang artinya : “ Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan.”

2. Renungkan karunia Allah yang di anugerahkan kepadamu, dan nikmat-nikmat yang di limpahkan kepadamu.
Firman Allah swt dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 69 yang artinya : “ Dan ingat lah selalu nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
Dan dalam surat An-Nahl ayat 18 yang artinya : “ Dan apabila kau menghitung nikmat Allah, kamu tidak dapat menentukan jumblahnya”.
Dan dalam surat An-Nahl ayat 53 yang artinya : “ Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah lah (datangnya).”

3.  Merenungkan keluasan ilmu Allah yang melihat dan mengawasimu.
Firman Allah swt dalam Al-Qur’an surat Al-Qaaf ayat 16 yang artinya : “ Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui sesuatu yang di bisikkan oleh hatinya. Dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
Dan dalam surat Al-Hadid ayat 4 yang artinya : “ Allah bersamamu dimana saja kamu berada. Dan Allah mengetahui sesuatu yang kamu kerjakan.”
Dan dalam surat Al-Mujadalah ayat 7 yang artinya : “ Tidakkah engkau perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi ? tiada pembicaraan rahasia antara 3 orang, melainkan dialah yang ke empatnya. Dan tiada pembicaraan antara lima 5 orang, melainkan dialah yang ke-enam. Dan tiada pula pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan dia ada bersama mereka dimana mereka berada. Kemudian dia akan menceritakan kepada mereka --- pada hari kiamat --- apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu.”
Cara ini mendorong kita untuk malu menjalankan larangannya dan meninggalkan perintahnya.

4.  Renungkan kekuranga-kekurangan dalam ibadahmu dan pelanggaran-pelanggaran yang engkau kerjakan yang dapat menimbulkan kemurkaan tuhanmu.
Firman Allah swt dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 56 yang terjemahnya : “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah (ku).”
Dan dalam surat Al-Mukminun ayat 115 yang terjemahannya : “ Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya kamimenciptakan kamu secara main-main (saja). Dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?”.
Dan dalam surat Al-Infithar ayat 6 yang terjemahannya : “ Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap tuhanmu yang maha pemurah.”
Dan dalam surat Al-Insyiqaq ayat 6 yang terjemahannya : “ Wahai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja sungguh-sungguh menuju tuhanmu, maka pasti engkau akan menemuinya.”
Cara ini mampu menumbuhkan rasa takut kepada Allah swt. Mendorong untuk mengintrospeksi pada aib dan cela, untuk menjauhih kecerobohan, dan selalu siap untuk beribadah.

Sumber Terjemahan kitab Risalatul Mu'awanah

Sudah jelas pengertian tafakur adalah merenungkan kebesaran dan kekuasaan Alah swt, dan cara-cara bertafakur biasa nya dalam keadaan yang sunyi dan senyap, biasanya dilakaukan di malam hari ketika pikiran kita sedang fress. yang terpenting adalah objek atau renungan yang kita lakukan, harus berdasarkan yang di tentukan, di atas adalah objek-objek untuk kita bertafakur, dan objek di atas masih blom selesai, silahkan baca juga Pengertian dan Cara Bertafakur Sesuai dengan Tuntunan Al-Qur'an bagian 2.

Subscribe to receive free email updates: