Menjaga Kebersihan Lahir dan Batin

Menjaga Kebersihan Lahir dan Batin - kebersihan lahir mungkin anda sudah banyak yang tau tapi mungkin hanya tau sebagian saja, disini mungkin akan menambah pengertian anda tentang apa sih sebenarnya kebersihan lahir dan batin itu ? kebersihan batin adalah kebersihan hati kita yang berkaitan dengan akhlak kita, sedangkan kebersihan lahiriyah adalah kebersihan badan kita dari hal-hal yang najis.

Menjaga Kebersihan Lahir dan Batin

Hendaklah engkau selallu menjaga kebersihan lahir dan batin, sesungguhnya orang yang sempurna kebersihan jiwa dan hatinya laksana malaikat yang berbentuk manusia. Rasulullah saw bersabda :

Menjaga Kebersihan Lahir dan Batin

“ Agama itu di bangun di atas kebersihan.”
Disamping itu beliau juga bersabda :
Menjaga Kebersihan Lahir dan Batin
“ Sesungguhnya Allah itu bersih. Dia cinta kebersihan.”

Pengertian Kebersihan Batiniyah

Kebersihan batiniyah dapat dilakukan dengan membersihkan hati dari ahlak-ahlak yang jelek, seperti sombong, riya’, hasud, cinta keduniaan dan lain-lain, serta menghiasinya dengan budi pekerti yang terpuji, seperti tawaduk, mempunyai rasa malu, ikhlas, dermawan dan lain sebagainya.
Salah satu jalan untuk menyelamatkan diri kita dari ahlak-ahlak yang jelek, agar memperoleh akhlakul karimah telah di resepkan oleh Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin juz II. Oleh karena itu, pelajari dan amalkan.

Pengertian Kebersihan Lahiriyah

Kebersihan zahir / lahiriyah dapat di peroleh dengan meninggalkan segala yang bertentangan dengan agama dan menjalankan segala sesuatu yang sesuai dengan tuntunan syariat islam. Barang siapa menghiasa anggota lahiriyahnya dengan beramal soleh serta memperbaiki jiwanya dengan akhlkul karimah, maka sempurnalah kebersihannya. Jika ia tidak mencapai kesempurnaan itu tetapi masih berusaha menjalankan kebersihan itu, ia pun masih mendapatkan kesempurnaan itu sesuai dengan berapa banyak akhlaqus sayyiah yang ia hindari dan berapa banyak amal soleh yang ia laksanakan.

Yang termasuk dalam kategori kebersihan zahir, yaitu menghilangkan segala kotoran di dalam tubuh, bersuci dari hadas dan najis, menghilangkan bulu yang ada di sekitar kemaluan, mencabut atau memotong bulu rambut di ketiak, mencukur kumis serta memotong kuku. Di sunnahkan pula untuk memotong kuku yang ada di tangan, mulai telunjuk tangan kanan hingga jari kelingking, lalu jari kelingking tangan kiri hingga ibu jari dan diakhiri ibu jari kanan.

Pada kaki disunnahkan mulai jari kelingking kaki kanan dan diakhiri pada kelingking kaki kiri, sesuai dengan cara kita memasukkan air ke dalam sela jari kaki ketika wudhu. Hukumnya makruh yaitu mengakhirkan dalam membersihkan hal-hal yang tersebut di atas hingga empat puluh hari.Kebersihan zahir yang lain yaitu menghilangkan kotoran yang ada di sela-sela dan lubang yang ada pada tubuh kita, membersihkan kotoran yang ada di kedua mata seperti tahi mata, membuang kotoran yang ada di lubang hidung serta membuang sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi.

Hendaklah engkau selalu membersihkan mulutmu dengan siwak atau gosok gigi dan lebih utama dengan kayu arak. Lebih-lebih sangat di anjurkan ketika hendak menunaikan ibadah. Hendaklah engkau selalu membersihkan bajumu yang kotor dengan air. Gunakanlah air secukupnya, dan jangan menggunakan air secara berlebihan, karena perbuatan itu sesuai dengan perbuatan kaum muftarin (orang yang selalu melebihi batas dalam setiap perbuatan).

Beberapa hal yang berhubungan dengan kebersihan adalah meminyaki jenggot dan menyisirnya, juga sunnah merapikan setiap rambut yang dipelihara. Disunnahkan bercelak 3 kali pada tiap mata, sebagaimana yang telah di sunnahkan Rasulullah saw. Gunakan pula parfum dan wewangin untuk menghilangkan bau tak sedap. Lebih di anjurkan ketika hendak sholat jum’at dan ketika menghadiri suatu majelis. Sesungguhnya Rasulullah saw sangat suka menggunakan parfum dan wewangian, sampai-sampai kilauan minyak yang ada di kepala beliau terlihat dengan jelas. Hal itu ia lakukan agar ummatnya dapat mengikuti jejaknya. Karena, walaupun beliau tidak memakai wangi-wangian , tubuh beliau sudah harum bahkan ada sebagian sahabat mengumpulkan keringan beliau untuk di jadikan wangi-wangian. Disunnahkan bagi kaum laki-laki menggunakan wewangin yang semerbak harumnya namun tidak tampak warnanya, sedangkan bagi kaum wanita sebaliknya.

Jagalah dirimu dari najis ! jika najis itu mengenai sesuatu yang basah, maka cucilah segera. Jika engkau dalam keadaan junub, mandilah dengan segera. Sebab orang yang junub di tolah di hadirat Allah swt. Karena itu ia di haramkan berada di masjid dan membaca Al-Qur’an.

Dalam hadis di terangkan “ Malaikat tak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada orang junub, dan apabila melaikat keluar setan-setanlah yang akan masuk dari segala penjuru.”

Janganlah engkau makan atau tidur dengan keadaan junub, karena hal itu dapat membawa dampak negatif. Jika engkau tak sempat mandi seketika, basuhlah alat kelaminmu dan segeralah berwudhu. Hendaklah engkau memperbaharui wudhu setiap mengerjakan sholat fardhu. Usahakanlah senantiasa suci dan berwudhu ketika berhadas. Karena wudhu adalah senjata mukmin, apakah senjata sudah ada di  tanganmu, musuh pun tak akan pernah berani mendekatimu.

Cerita Pendek Islami Tentang Kebersihan

Seorang laki-laki mendatangai Syekh Abi Hasan as-Sadzili ra. Untuk belajar ilmu kimia. Ia pun di perintahkan untuk bermukim di tempat beliau selama satu tahun. Beliau mau mendidiknya dengan syarat selalu berwudhu ketika berhadas, dan setelah berwudhu ia menunaikan sholat 2 rakaat. Beliau berjanji setelah itu akan mengajarinya.

Setelah genap satu tahun tinggal di tempat beliau, ketika laki-laki itu sedang menimba air sumur , tiba-tiba melihat timbanya penuh dengan emas dan perak yang berkilauan. Tetapi anehnya, ketika ia memperoleh emas dan perak itu ia langsung mengembalikannya ke sumur. Karena ia sama sekali tidak lagi cinta pada dunia. Kemudia ia menghadap Syekh Abi Hasan dan menceritakan peristiwa aneh yan baru saja ia alami itu.
“seluruh tubuhmu kini telah mengandung kimia”, kata Syekh Abi Hasan. Kemudian laki-laki itu di ajak beliau untuk menjadi da’I yang selalu menyeru di jalan Allah swt.

Hendaklah engkau sholat 2 rakaat setelah wudhu. Jika tidak mampu selalu suci dari hadas, hendaknya engkau suci dari hadas ketika memasuki masjid, membaca Al-Qur’an, berzikir, belajar ilmu dan lain-lain.
Dalam berwudhu atau mandi, janganlah hanya melaksanakan yang fardhu saja. Sebaiknya tunaikan pula sunnah-sunnah dan adab-adabnya, sesuai dengan ajaran Rasulullah saw.

Disunnahkan mandi pada saat-saat tertentu dengan niat agar badan selalu bersih walaupun tidak berjinabat. Hadis pun sangat menganjurkan mandi pada hari Jum’at  bagi yang hendak sholat Jum’at. Setelah wudhu atau mandi, di sunnahkan mengucapkan :

Menjaga Kebersihan Lahir dan Batin

“ Aku bersaksi, sesungguhnya tiada tuhan selain Allah --- yang maha esa, tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi, sesungguhnya Muhammad adalah hamba-nya dan Rasulnya.

Sumber Terjemahan kitab Risalatul Mu'awanah

Semoga bermanfaat artikel ini buat anda, bagikan kepada teman anda jika perlu. salam sobat muslimin ! Shoullualannabi ...

Subscribe to receive free email updates: