Memohon Husnul Khotimah

Memohon Husnul Khotimah, sudah menjadi keingin dari semua ummat islam untuk mati dengan cara husnul khotimah, tentunya mati secara husnul khotimah bukan haknya kita, tapi hak nya Allah lah yang menentukan itu semua, makanya dari itu jadikanlah doa di setiap selesai sholat kita untuk mati secara husnul khotimah. Dan semoga Allah selalu memberi hidayahnya pada kita yang ingin belajar tentang islam lebih dalam lagi, semoga petunjuk Allah senantiasa membimbing kita dalam perjalanan hidup di dunia ini. 

Memohon Husnul Khotimah
 Setiap muslim harus senantiasa memohon, agar Allah swt berkenan mewafatkannya dalam husnul khatimah, karena setan yang terkutuk akan berkata “ Aduh ! orang yang memohon husnul khatimah itu telah mematahkan tulang belakangku. Celaka, kapan ia mau membangga-banggakan amalannya. Aku khawatir, ia telah mengetahui tipu daya ku.”

Hendaklah engkau memperbanyak ucapan puji dan syukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat islam. Sebab, nikmat islam adalah setinggi-tinggi dan sebesar-besar nikmat. Sekiranya di takdirkan, bahwa Allah mengaruniakan dunia seisinya kepada seorang hamba, tanpa mengaruniakan islam kepadanya, maka segala bencana itu hanya akan menjadi bencana baginya. Sebaliknya, jika Allah mengaruniakan islam, tanpa memberikan dunia, maka yang demikian itu tidak akan membahayakannya. Sebab, orang yang pertama tadi jika mati, tempatnya adalah neraka. Sedangkan yang kedua tempatnya adalah di surga.

Karena itu, hendaklah anda senantiasa merasa takut dan cemas akan su’ul khatimah itu, karena bukan hal yang aneh jika Allah mengubah kalbu hambanya. Dia member petunjuk kepada siapa yang di kehendaki, dan menyesatkan siapa yang dia kehendaki. Dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah saw telah bersabda : 

hadis tentang Husnul Khotimah
“ Bahwasanya dialah tuhan, yang tiada tuhan selain dia. Sesungguhnya salah seorang diantaramu akan beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dia dan surga itu hanya sehasta saja. Tiba-tiba kitabnya telah mendahuluinya, lalu ia pun telah beramal dengan amalan ahli neraka, maka ia akan masuk ke dalam neraka. Dan sesungguhnya, salah seorang diantaramu akan beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dia dengan neraka itu hanya sehasta saja. Tiba-tiba kitabnya telah mendahuluinya, lalu ia pun beramal dengan amalan ahli surga, maka ia akan masuk surga.”
Hadis tersebut amat merisaukan ahli takwa dan orang-orang yang lurus jalannya. Apalagi dengan orang-orang yang sering alpa dan keliru dengan urusan agamanya.
Sebagian salaf saleh berkata :
“ Demi Allah, tiada seorang pun akan selamat dengan agamanya sekiranya dia akan di selewengkan Allah, niscaya dia akan terseleweng. Karena itu, mereka senantiasa hidup dalam kebimbingan, kalau-kalau mereka kelak di wafatkan di dalam su’ul khatimah, meski amal mereka telah cukup dan dosa mereka amat sedikit.”
Sehingga sebagian mereka berkata :
“ Sekiranya aku di beri pilihan mati dalam islam di pintu bilik daripada mati syahid di pintu rumah, karena aku masih ragu apa yang akan terlintas di hatiku nanti ketika aku berada di antara pintu bilik dengan pintu rumah.”

Seorang saleh berkata kepada rekan-rekannya, “ Jika telah tiba ajalku kelak, hendaklah kamu duduk di kepalaku dan memperhatikan adakah aku mati dalam islam atau tidak. Apabila engkau dapati aku mati dalam islam, maka ambillah segala barang peninggalanku dan jualkan semuanya. Kemudian, belikan dengannya gula-gula dan buah badam (buah almond) serta bagi-bagikan kepada anak-anak. Apabila engkau dapati aku mati dalam selain islam, maka hendaklah engkau beritahukan kepada orang banyak yang ingin menyolatkan jenazahku, agar mereka mengetahui keadaan matiku sebelum menyolatkannya.

Sebelum itu, orang saleh itu telah mengajarkan kepada teman-temannya tanda-tanda mereka bisa membedakan antara dua kematian itu. Berkata rekannnya setelah orang saleh itu meninggal “ Aku telah mendapatinya mati di dalam Islam !”  maka ia pun melaksanakan wasiat orang saleh itu dengan bersedekah kepada anak-anak.

Pendurhaka Mati Dalam Su'ul Khatimah

Ketahuilah, bahwa yang mati dalam su’ul khatimah adalah orang-orang yang dengan sengaja mengabaikan shalat fardhu, tidak mengeluarkan zakat yang wajib, orang-orang yang membuka aib kaum muslimin, orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan, orang-orang yang menipu kaum muslimin dan mengaburkan mereka dalam urusan agama maupun dunia. Dan orang-orang yang mendustakan para wali Allah dan mengingkarinya tanpa hak. Dan juga orang-orang yang mengaku dirinya mendapat derajat kewalian tanpa kebenaran, dan lain-lain perkara yang dianggap keji oleh agama islam.

Diantara hal-hal yang seorang muslim takut di timpa su’ul khatimah ialah, membuat bid’ah dalam agama. Demikian pula dengan menanam syak dan ragu dalam hati terhadap Allah swt, para rasulnya dan pada hari akhirat. Karena itu, hendaklah setiap muslim bersikap waspada terhadap segala penyakit ini, karena tak akan terlindung dari kemurkaan Allah Ta’ala melainkan orang yang dikasihi olehnya. Ya Allah, ya tuhan yang pengasih dari sekian pengasih. Kami memohon kepadamu dengan cahaya wajahmu yang mulia, agar engkau wafatkan kami sebagai seorang muslimin. Kemudian tempatkanlah kami bersama para shalihin dalam keadaan selamat dan sejahtera, wahai tuhn seru sekalian alam ! Amin.

Berpegang Teguhlah Kepada Tali Allah

Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 103

“ Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.”
Ayat ini merupakan perintah Allah yang nyata untuk berpegang teguh kepada agama yang di ridhainya. Yakni, menjaga dan mempelajarinya, meluruskan diri dan bersatu dalam memeluknya. Ayat ini juga merupakan peringatan dari Allah, agar kaum muslimin tidak bercerai-berai di dalam menganut agama Allah, karena persatuan adalah rahmat, sedangkan berpecah-belah adalah ahzab. Pertolongan Allah juga senantiasa menyertai orang-orang yang bersatu padu, sebagaimana maksud sabda Nabi saw. Agama ini akan kuat dan mulia jika di dasari dengan kebulatan tekad, persatuan dan saling menolong dalam mencapai tujuan. Sedangkan perpecahan dalam agama dan tidak adanya saling menolong dalam menegakkannya tentu akan hina dan lemah. Kini jelaslah, bahwa persatuan dalam agama adalah pokok segala kebajikan dan kebaikan, sedangkan perpecahan dalam agama adalah sumber segala kejahatan dan melapetaka.

Sumber terjemahan kitab An-Nasa'ih Ad-Diniyah wal-Wasaya Al-Imaniyyah (nasehat agama dan wasiat iman)

Memohon Husnul Khotimah, orang yang ahli takwa saja masih risau hadis di atas tentang mati husnul khatimah apalagi kita yang keimanannya jauh di bawah mereka. tentunya di atas sudah ada sedikit tuntunan agar kita bisa mati secara husnul khatimah.

Subscribe to receive free email updates: